Advertising!

April 18, 2011

Tugas

0 comments

Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang adalah salah satu perguruan tinggi swasta di kota Semarang. Lebih dikenal dengan nama Stikubank, kampus ini semakin hari semakin berbenah untuk menuju Good University Government. Untuk mencapai tujuan itu, maka dibuatlah Sistem Informasi Akademik Universitas. Sistem yang kompleks, mencakup seluruh aspek dalam suatu institusi pendidikan tinggi. Mulai dari Sistem akademik perkuliahan, pembayaran, skripsi, absensi, dan lain-lain. Salah satu yang bisa diakses oleh seluruh mahasiswa adalah situs resmi Universitas, yaitu unisbank.ac.id


Selain perkembangan dalam aspek teknologi, Universitas Stikubank juga menyelenggarakan kerja sama dengan berbagi pihak untuk meningkatkan mutu para lulusan. Salah satu bentuk kerjasama yang sedang berjalan adalah dengan menyediakan sertifikasi internasional dari pihak Cisco, networking academy. Salah satu dosen yang mengampu mata kuliah Jaringan Komputer adalah Mardi Siswo Utomo. Untuk info lebih lengkap, silakan mengunjugi situs pribadinya di mardiutomo.com
Read More..

November 12, 2010

Pelajaran hari ini: Aku Masih Harus Banyak Belajar

0 comments

Aku tidak tahu tenyata sikapku itu membuat dia marah padaku. Padahal aku tidak bermaksud jahat seperti yang dia pikirkan. Namun, marah kepadaku itu haknya dan ini salahku. Ok, aku terima. Bukan aku menyerah dan tidak mau tahu dengan masalah ini. Ini masalah kedua sejak tanggal itu. Yah, sekarang tinggal menunggu saja, apakah dia berubah pikiran atau tidak =)




Aku hubungi, selalu saja sibuk. Ya, sampai saat ini aku belum bisa memahami maksudnya mencoba menolak semua perbuatan yang ingin aku lakukan kepadanya. Memang aku sudah menceritakan banyak hal, namun bukan lantas aku minta pengertian rasa sungkan darinya. Aku malah seakan menyesal karena telah menceritakan keseharianku padanya. Hingga ia menjadi tidak pernah mau merepotkan aku, bahkan menolak banyak perbuatan yang ingin aku lakukan untuknya. Aku hanya ingin membantunya, membuat dia senang. Itu konsekuensinya.


Aku rasa aku memang pantas mendapatkan masalah ini. Karena selama ini aku pun tidak berusaha menjadi lebih baik dan terbaik. Mungkin juga dia bosan dengan caraku, konvensional. Maafkan aku. Aku harus banyak belajar lagi.


Aku menantikan maaf darimu..


Read More..

September 06, 2010

Redominasi VS Sanering

1 comments

Denomisasi (dari bahasa latin: denomatio) merujuk pada istilah pecahan mata uang. Redominasi dalam rencana Bank Indonesia secara sederhana bisa diartikan memangkas angka nolnya, tanpa mengurangi nilai rupiahnya. Misalnya


uang Rp 1.000, jika angka nolnya dipangkas tiga digit menjadi Rp 1. Pada saat bersamaan, harga barang dan jasa pun ikut berubah tiga digit, sehingga daya beli masyarakat tak terganggu.

Contoh:
a. Sebelum redominasi: Pengendara motor membayar satu liter bensin Rp 4.500 dengan empat lembar uang Rp 1.000 dan koin Rp 500.

b. Setelah redominasi Rp 1.000 = Rp 1: Pengendara membayarnya dengan pecahan mata uang baru Rp 4,5. Bisa dengan empat lembar uang seperak (Rp 1) dan uang koin 50 sen.

Tujuan redominasi: menyederhanakan pecahan agar efisien. Menyiapkan ekonomi Indonesia agar setara dengan negara tetangga. Dampak redominasi: tak ada kerugian, karena daya beli tetap sama. Nilai uang: Tetap, karena yang berubah penyebutan dan cetakan pecahan uang. Penerapan: Ekonomi tumbuh dengan makroekonomi yang stabil dan inflasi terkendali. Manfaat: a) Efisiensi sistem akuntansi, pencacatan transaksi keuangan b) Secara psikologis rupiah lebih gagah c) Tak repot membawa uang banyak d) Bisa menekan inflasi e) Menyesuaikan dengan rencana mata uang tunggal ASEAN


Sanering

Sanering berasal dari bahasa Belanda ‘geld sanering politiek’, yang secara harfiah berarti politik penyehatan uang. Istilah ini hanya disebut sanering untuk menunjuk kebijakan penyehatan atau pemotongan/pengguntingan nilai mata uang yang biasanya dilakukan untuk menekan inflasi yang tinggi. Sanering tidak mengubah pecahan mata uang, tapi hanya nilainya yang turun. Misalnya, uang Rp 1.000 nilainya turun menjadi Rp 100, atau Rp 500 menjadi Rp 50. Sementara harga barang tetap tidak berubah, sehingga daya beli masyarakat jatuh. Pengalaman sanering rupiah yang pertama yaitu pada tanggal 19 Maret 1950 (Gunting Sjafrudin). Sanering kedua pada tanggal 25 Agustus 1959. Redominasi pada tanggal 13 Desember 1965.

Contoh:
Si A punya uang Rp 2.000.000 yang akan dibelikan telepon seluler. Tiba-tiba pemerintah memutuskan sanering 50 persen. Akibatnya, uang si A jadi tinggal separuhnya atau Rp 1.000.000. Si A tak bisa lagi membeli ponsel itu karena harga alat komunikasi itu tetap Rp 2.000.000

Tujuan: mengurangi jumlah uang yang beredar yang bisa memicu inflasi. Dilakukan karena terjadi hiperinflasi. Dampak: rugi, daya belu turun drastis. Nilai uang: lebih kecil karena yang dipotong nilainya. Penerapan: Dilakukan saat ekonomi bergejolak akibat inflasi yang sangat tinggi. Tidak bermanfaat.

Resiko Redominasi:
Pada awal penerapan membuat kerepotan: pedagang, penyesuaian kontrak jual-beli, perbankan, asuransi, dan lain-lain. Masyarakat bisa tak percaya pada rupiah. Pilih dolar dan terjadi depresiasi rupiah. Sangat mingkin terjadi inflasi bila pengusaha mengambil kesempatan menaikkan harga barang pada saat redominasi berlaku.

Jika redominasi disetujui pemerintah dan DPR tahun depan, Bank Indonesia sudah menyiapkan tahapannya:
2011 - 2012 Sosialisasi intensif ke masyarakat dan dunia usaha

2013 – 2015 Uang lama tetap berlaku. Rupaih baru dicetak dengan penanda kata “Baru”. Label harga pada produk atau jasa sudah diumumkan dalam dua versi, uang lama dan uang baru. Isalnya Premium 1 liter Rp 4.500 / Rp
4.5. pada tahap ini juga BI pelan-pelan menarik uang lama lusuh.

2016 – 2018 Semua uang kertas lama ditarik. Mulai berlaku uang baru.

2019 – 2020 Pemerintah mulai menari uang berlabel “Baru” dan menggantinya dengan
uang tanpa tanda “Baru”.
Read More..

older post